Waktu saya bekerja di Cibitung mayoritas karyawan dikantornya adalah perempuan. Dan pada jam-jam istirahat atau pada saat gak ada bos para karyawan asyik mendengarkan lagu dari Winamp. Saya sih asik aja ikut mendengarkan tapi terkadang lagu yang diputar kebanyakan lagu-lagu slow punya Ada Band,Tangga,Peter Pan. Padahal saya butuh lagu-lagu pembangkit semangat macam lagu-lagunya Oasis, Hoobastank, Evanescence. Pernah pada saat giliran saya lembur saya iseng memutar lagu WonderWall-nya Oasis dan November Rain-nya Gun’n Roses tapi tiba-tiba mbak-mbak diruangan sebelah keluar sambil memandang saya dengan ekspresi aneh. Ups,Is it weird for girl hearing and singing rock song? Sebegitu anehnya kah? Saya kan sedang tidak memutar lagu-lagu System Of A Down yang kadang bikin telinga keriting.
Kalau dilihat sejarahnya kenapa saya suka rock song adalah karena kakak saya. Dulu kakak saya selalu dan selalu memutar lagu-lagu Gun ‘n Roses,Nirvana,Radiohead,Blur,Suede,Morrisey sampai The Cure dengan volume suara super gede. Otomatis telinga saya ikut mendengar dan mencerna maksud lagu-lagu tersebut yang umumnya sih berisi pemberontakan. Timbul pertanyaan apakah orang-orang yang suka lagu-lagu rock adalah pemberontak? Kalo itu sih kembali ke pribadi masing-masing. Sejauh pengamatan saya orang-orang yang suka lagu rock cenderung punya pemikiran yang out of the box. Tapi sekarang rock gak selalu harus identik dengan musik keras dan kasar. Dengar saja lagu GIGI yang 'Perdamaian" teutep nge-rock tapi liriknya religius. Beda lagi dengan COKLAT yang melantunkan lagu semangat bela negara lewat musik rock.
Bagi saya sendiri lagu rock adalah salah satu hiburan alternatif kalo saya lagi butuh tambahan semangat. So let’s play some rock!
|